Selasa, 05 Februari 2013

Kisah Sukses Mahasiswa Elang Gumilang, miliarder muda dengan bisnis properti untuk kaum miskin


Saya sangat tertarik dengan kisah sukses Elang Gumilang tekadnya sangat kuat dan tekun dalam membangun wirausaha nya,dia bahkan mengawali bisnisnya dari bidang yang terkecil,sehingga tulus tekadnya membuahkan hasil,sebagai seorang wirausaha termuda itu bukanlah sekedar isapan jempol belaka karena karya dan karir nya sangat didedikasikan untuk masyarakat dalam pembangunan perumahan murah bagi kalangan bawah dia mendapatkan banyak perhatian dan pujian sehingga ia memperoleh penghargaan yang besar atas karirnya.


Berikut profilnya semoga itu semua membuat para mahasiswa dan mahasiswi menyadari muda itu bisa berbakat dan muda itu bisa digunakan untuk berkarya.



Elang Gumilang 24 tahun, mahasiswa sekaligus direktur utama sebuah pengembangan perumahan. Elang pernah muncul sebagai juara ketiga Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti. Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor, tahun yang sama. Pada tahun 2006, di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. Bermodal awal Rp. 300 juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp. 17 miliar. “ Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya,” ujar Elang.


Elang Gumilang Sukses di Usia 24 Tahun

Adalah Elang Gumilang (25) , wirausaha muda yang berada di balik pembangunan perumahan amat sederhana bertipe 22/60,mungil tapi fungsional tempat untuk pulang dan bernaung bagi mereka yang bisa terbilang miskin.Tangan dinginya menelurkan apa yang selama ini sangat jarang dilakukan pengembang kawakan – bermodal besar atau kecil – untuk membuat perumahan khusus orang miskin. Selama ini bisnis properti sepertinya hanya untuk ditujukan bagi kaum berpunya, demikian Elang berpikir.



Mereka yang papa dan membutuhkan tempar bernaung justru hanya punya mimpi untuk memiliki rumah sendiri. “Ada 75 juta penduduk negeri ini yang membutuhkan rumah. Ini peluang bisnis , tapi kita sekalian ibadah membantu orang juga, ” katanya.TARGET 2000 RUMAH Berayahkan seorang kontraktor , buat elang bukan hal mustahil mencoba segala jenis usaha. Ditambah sejumlah pertimbangan mendalam.

Awal 2005 tatkala ia masih menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia mulai membeli sepetak tanah dan membangun rumah pertamanya. Modal diperoleh dari patungan bersama teman-temannya semasa SMA maupun kuliah. Rumah sederhana berukuran 22 meter persegi dengan luas tanah 60 meter persegi ini langsung pindah tangan ketika selesai dibangun. Terbukti, orang haus akan rumah murah seharga 23-37 juta rupiah itu.



Saat itu, jumlah pekerja Elang baru sekitar tujuh orang untuk mengurusi administrasi hingga pemasaran. Namun lambat laun , bisnisnya ini berakar, menggeliat, dan bertumbuh. Dari satu unit , bertambah menjadi tiga unit . Bertambah terus , sampai sudah sekitar lebih dari 200-an rumah dibangunnya. Target yang direncanakannya tak tanggung-tanggung. 

Perusahaan Semesta Guna Grup miliknya, ingin membangun 2.000 unit rumah sederhana. Dalam waktu setahun , investasi yang ditanamkan naik berlipat. Nilai jual objek pajak (NJOP) tanah yang tadinya hanya Rp 50 ribu misalnya, melejit hingga lima kali lipat dalam dua semester. Omzet per tahunnya pasti bikin pengusaha mana pun berdecak kagum  mengingat awal mula sepak terjangnya  karena tak kurang dari Rp 20 miliar per tahun dapat ia bukukan. Belum lagi dari kontrak pre periodik terbarunya menambah Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar ke bisnisnya.


Elang Gumilang, mahasiswa sederhana dari IPB kampusnya. petani anak H. Enceh dan Hj.Priani, kini mempekerjakan ratusan karyawan pada setiap proyeknya. Sekitar 30 tenaga administrasi dan 100 pekerja di setiap proyek siap membantunya. Elang-lajang kelahiran Bogor, 6 April 1985 telah mengepakkan sayap bisnis sejauh yang ia bisa, dan terbang setinggi yang dapat ia capai. Otot dan Otak Bisnis Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada, namun bergaya hidup bersahaja. Pendidikan moral dari orangtuanya tertanam baik.


Ajaran itu terus berurat akar dalam dirinya. Sebagai pelajar sekolah, ia termasuk siswa gemilang. Jiwa wirausaha Elang mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMU. Ia mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta untuk modal kuliah. Tanpa sepengetahuan orangtua, ia berjualan donat keliling ke sekolah-sekolah dasar di Bogor. Namun, akhirnya orangtuanya tahu juga. Elang disuruh berhenti berjualan karena UAN (Ujian Akhir Nasional) telah menjelang.


Dilarang berjualan donat, pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se Bogor ini tertangtang mencari uang dengan cara lain. Pada 2003, ketika fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competition se Jawa, Elang mengikutinya dan berhasil memenanginya . Begitu pula saat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang sukses menjadi juara ketiga. Hadiah uang yang diperolehnya, ia kumpulkan untuk modal kuliah.


Setelah lulus SMU , Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB tanpa tes. Saat itulah, bermodalkan uang sejuta rupiah, ia kembali berniat untuk memiliki sebuah usaha. Awalnya, uang itu ia belanjakan sepatu, yang lantas dijual di Asrama Mahasiswa IPB. Hanya perlu waktu sebulan, ia sudah bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Sayang, setelah berjalan beberapa tahun, supplier yang digunakannya menurunkan kualitas sepatu. Bisnis sepatu pun sirna. Ia melihat, lampu-lampu redup di kampus IPB sebagai peluang bisnis pengadaan lampu. Elang mencoba menerapkan strategi bisnis tanpa modal. Ia mengisahkan hikayat seorang pemuda miskin di Amerika Latin. Setiap hari si pemuda melambaikan tangan pada seorang pengusaha tembakau kaya raya dari Amerika yang sedang bertandang.



 Pada awalnya, lambaian tangan itu tidak dipedulikan. Namun, karena selalu berulang, pengusaha tembakau itu penasaran dan menanyakan maksud sang pemuda. Jawab si miskin adalah ”Saya punya tembakau berkualitas bagus. Bapak tidak usah membayar dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak”. Setelah mendengar jawaban tersebut, si pengusaha kaya lalu mebuatkan tanda tangan dan stempel kepada pemuda tersebut. Dengan modal itu, sang pemuda mengumpulkan hasil tembakau di kampungnya untuk dijual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka, jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.


Strategi inilah yang ditiru Elang. Bermodal surat dari kampus, ia melobi perusahaan lampi Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15 juta,” Ucapnya bangga. Namun, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, terpikir oleh Elang untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di bisnis minyak goreng, Elang menekuni jualan minyak goreng ke warung-warung . Tapi karena bisnis minyak ini 80 % menggunakan otot, sehingga mengganggu kuliah, ia memutuskan untuk berhenti berjualan.


Menyimak perjalanannya, Elang mengaku bahwa bisnis demi bisnis yang dilakukannya lebih banyak menggunakan otot dari pada otak. Ia lalu berkonsultasi ke beberapa pengusaha dan dosennya untuk memperoleh wawasan lain. Enlightment lalu ditemukannya. Bisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang bisnis yang tidak menggunakan otot.


Setelah mendapat berbagai masukan, ia merintis bisnis Lembaga Bahasa Inggris di kampusnya. Karena lembaga kursus itu ditangani secara profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra. Karena dalam bisnis ini ia tidak terlibat langsung, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai marketer perumahan.


Sebenarnya, tanpa beralih ke bisnis properti, untuk dirinya sendiri. Elang tidak bisa dibilang kurang mapan. Pemuda antirokok ini sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun dibalik keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang . “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi yang saya cari di dunia ini ?” ia berdialog dengan nuraninya.


Ilham dari atas diperolehnya. Bisnis propertilah yang ditunjukkan Tuhan kepadanya. Namun,bisnis properti yang ditujukan untuk orang miskin lebih karena hatinya ikut tersentuh.”Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun. Biasanya kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan yang kemahalan, jadi sampai sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah.”unkapnya pada sebuah kesempatan.


Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri Elang hanya mengiklankan di koran lokal . Karena harganya yang relatif murah, pada tahap awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplet, seperti klinik 24 jam,angkot 24 jam,rumah ibadah,sekolah,lapangan olahraga, dan juga dekat dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah, kebanyakan profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staff tata usaha (TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.


Sukses yang sudah ditangan tidak membuat Elang lupa diri. Justru, ia semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam setiap proyek ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. ”Uang yang 10 persen itu saya masukkan BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan pribadi), dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang kurang modal,”. Bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki mengandung hak orang miskin yang wajib dibagi. Selain menyisihkan 10 persen dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan bahkan tahunan kepada fakir miskin. Pendirianya;sedekah tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah kontinuitas dari sedekah tersebut.


Masih banyak sebenarnya yang ingin Elang lakukan . Diantaranya, ia bercita-cita ingin mendirikan perusahaan yang dapat mempekerjakan 100 ribu orang. Elang Gumilang, masih akan terus mengepakkan sayapnya.

Salam Sukses!
follow twitter saya ya @inspirasi_mulia

Senin, 04 Februari 2013

Kisah Sukses Wirausaha Eka Tjipta Widjaja, orang terkaya kedua di indonesia


Kisah pengusaha sukses dari nol tokoh yang satu ini adalah pengusaha yang memiliki mental baja. Mungkin anda telah mengenal namanya lewat Sinar Mas Grup yang kini menjadi perusahaan raksasa di Indonesia. Saat ini, ia berada di tiga besar orang-orang terkaya di Indonesia versi majalah Globe Asia 2010. Tentu sulit dilupakan bagaimana ia meraih segala harapan yang diinginkan dengan semangat pantang menyerah. Anda mungkin tidak merasakan apa yang dirasakan olehnya. Ia sering diterpa dengan kegagalan demi kegagalan dalam menjalankan usaha. Tapi, semua itu tidak mengurungkan niatnya untuk tetap bertahan di dunia bisnis Indonesia yang saat ini konon totatl kekayaan kurang lebih mencapai USD 3,8 miliar.

Berkat ketekunan dalam menjalankan bisnis, Eka Tjipta Widjaja menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Usahanya di bawah bendera Sinar Mas Group yang menampung lebih dari 200 perusahaan dengan ratusan ribu karyawan telah membentang ke bisnis keuangan, pulp (bubur kertas), kertas, agribisnis, perumahan / real estate untuk teknologi informasi.

Saya berharap para pembaca yang budiman bisa terinspirasi dari kisah pengusaha sukses dari nol ini. Semua yang dilakukannya, semua kerja kerasnya, dan semangat pantang menyerahnya patutlah kita tiru. Sungguh luar biasa tokoh pengusaha ini karena beliau dibesarkan dalam keluarga miskin. Tapi keadaan tersebut malah menjambut dan menggemblengnya sahingga mengantarkan beliau menjadi seorang pengusaha terkaya di Indonesia. Tidak sabar untuk untuk mengikuti kisah selanjutnya, mari kita simak perjalanan beliau untuk mencapai kesuksesannya.

Profil

Eka Tjipta Widjaja adalah orang Indonesia yang awalnya lahir di Cina. Beliau lahir di Coana Ciu, Fujian, Cina dan mempunyai nama Oei Ek Tjhong. Ia lahir pada tanggal 3 Oktober 1923 dan beliau merupakan pendiri dan pemilik Sinar Mas Group. Ia pindah ke Indonesia saat umurnya masih sangat muda yaitu umur 9 tahun. Tepatnya pada tahun 1932, Eka Tjipta Widjaya yang saat itu masih dipanggil Oei Ek Tjhong akhirnya pindah ke kota Makassar. Di Indonesia, Eka hanya mampu tamat sekolah dasar atau SD. Hal ini dikarenakan kondisi ekonominya yang serba kekurangan. Untuk bisa pindah ke Indonesia saja, ia dan keluarganya harus berhutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak sedikit.

Pendidikan

Eka Tjipta Widjaja bukanlah seorang sarjana, doktor, maupun gelar-gelar yang lain yang disandang para mahasiswa ketika mereka berhasil menamatkan studi. Namun beliau hanya lulus dari sebuah sekolah dasar di Makassar. Hal ini dikarenakan kehidupannya yang serba kekurangan. Ia harus merelakan pendidikannya demi untuk membantu orang tua dalam menyelesaikan hutangnya ke rentenir. Saat baru pindah ke Makassar, Eka Tjipta Widjaja memang mempunyai hutang kepada seorang rentenir dan setiap bulan dia harus mencicil hutangnya tersebut.

Keluarga

Eka Tjipta Widjaja mempunyai keluarga yang selalu mendukungnya dalam hal bisnis dan kehidupannya. Beliau menikah dengan seorang wanita bernama Melfie Pirieh Widjaja dan mempunyai 7 orang anak. Anak-anaknya adalah Nanny Widjaja, Lanny Widjaja, Jimmy Widjaja, Fenny Widjaja, Inneke Widjaja, Chenny Widjaja, dan Meilay Widjaja. Eka Tjipta Widjaja dikenal sebagai orang yang banyak mempunyai istri atau poligami.

Kisah Bisnisnya

Dalam hal bisnis, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang yang unggul dalam mengembangkan bisnis yang telah dia rintis. Ini terbukti dengan hasil karyanya dalam membangun bisnis di Indonesia ini. Ia sudah menekuni dunia bisnis sejak dia masih berumur sangat muda yaitu umur 15 tahun. Ia mengawali karir bisnisnya itu hanya dengan bermodalkan sebuah ijasah SD yang dimilikinya. Dia berjualan gula dan biskuit dengan cara membelinya secara grosir kemudian dia jajakan secara eceran dan hal tersebut bisa mendapatkan untung yang lumayan.

Namun bisnisnya itu tak bertahan lama karena adanya pajak yang besar pada saat itu karena Jepang menjajah Indonesia. Pada tahun 1980, ia memutuskan untuk melanjutkan usahanya yaitu menjadi seorang entrepreneur seperti masa mudanya dulu. Ia membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar yang berlokasi di Riau. Tak tanggung-tanggung, beliau juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Bisnis yang dia bangun berkembang sangat pesat dan dia memutuskan untuk menambah bisnisnya. Pada tahun 1981 beliau membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh. Selain berbisnis di bidang kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja juga mulai merintis bisnis bank. Ia membeli Bank Internasional Indonesia dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Namun setelah beliau kelola, bank tersebut menjadi besar dan memiliki 40 cabang dan cabang pembantu yang dulunya hanya 2 cabang dan asetnya kini mencapai 9,2 trilliun rupiah.

Bisnis yang semakin banyak membuat Eka Tjipta Widjaja menjadi semakin sibuk dan kaya. Ia juga mulai merambah ke bisnis kertas. Hal ini dibuktikan dengan dibelinya PT Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700 ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinarmas Group ini juga membangun ITC Mangga Dua dan Green View apartemen yang berada di Roxy, dan tak ketinggalan pula ia bangun Ambassador di Kuningan

Eka Tjipta Widjaja merupakan orang kaya yang masuk sebagai orang terkaya di Indonesia nomor 3 versi Globe Asia 2008 dengan total kekayaan mencapai 6 Milliar Dollar atau setara dengan 54 trilliun rupiah. Demikian biografi singkat Eka Tjipta Widjaja.

Untuk mendistribusikan nurani sosial, kemudian mendirikan sebuah yayasan Eka “Eka Tjipta Foundation” (ETF) pada Maret 2006. ETF tercermin dalam visi motto: “tanaman kebaikan kemakmuran panen” atau “perbuatan baik menciptakan benih yang baik”, yang lebih ketat ditetapkan dalam maksud dan tujuan ETF yang meningkatkan kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di sosial, ekonomi dan lingkungan dengan berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia secara berkelanjutan.

Setelah perusahaan mengadakan anak-anak mereka, Eka suka menghabiskan hari-harinya melakukan kegiatan sosial, bertemu dengan teman-teman lama dan kadang-kadang ke Singapura untuk perawatan. Posisi hanya dia masih memegang Ketua Dewan Pembina Eka Tjipta Foundation.

Itulah gambar kegigihan seorang Eka Tjipta Widjaja. Figurnya memang dikenal pantang menyerah. Berbagai pengalaman pahit dalam berdagang ia jalani dengan sikap optimis. Dengan kekayaan mental tersebut, usaha demi usaha yang telah dirintis olehnya membuahkan manis. Ia merupakan sosok manusia yang pantas dicontoh. Semoga pembaca sekalian dapat mengambil pelajaran dari kisah pengusaha sukses dari nol tokoh yang satu ini. Jaga terus semangat kewirausahaan kalian!

salam sukses!
follow twitter saya ya @inspirasi_mulia

Minggu, 03 Februari 2013

Kisah Sukses Carlos Slim Helu, menjadi Orang Terkaya di Dunia saat ini



Bermula dari sebuah filosofi klasik yang mengatakan "Jika Anda menginginkan kesuksesan maka pelajarilah cara-cara orang yang telah mendapatkan keberhasilan itu, serta lakukanlah lebih baik dari mereka". Karena saya ingin juga sukses dan berhasil, maka saya pun mengikuti filosofi tersebut dan mulai mencarikisah-kisah orang sukses, bagaimana dengan Anda ?. Sebenarnya sangat banyak kisah orang yang telah mendapatkan kesuksesan, namun pada kesempatan yang bahagia ini saya akan shering tentang Kisah Sukses Carlos Slim Helu.

Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa saya memilih Carlos Slim Helu, bukankah banyak kisah sukses dari orang yang dapat dijadikan inspirasi ? Yup, Anda benar sekali, namun saya tertarik dengan Carlos Slim Helu, karena kesederhanaannya dan kedermawanannya. Kesuksesan yang beliau raih mulai dari bawah alias mulai dari nol. Menurut saya, orang yang keberhasilannya melalui "jerih payah" yang patut dicontoh dari pada orang yang berhasil dengan warisan yang ditinggalkan. Nah, ingin tau kisahnya bagaimana ? yuk kita simak besama kisah suksesnya.

Miliuner bidang telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim Helú, memiliki kekayaan hampir 60 miliar dolar dan mengalahkan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Fortune.

Kinerja yang kuat dari perusahaan milik Slim di bursa saham Meksiko pada bulan-bulan ini telah mendorong Gates ke urutan kedua, setelah tokoh terkemuka bidang perangkat lunak itu menduduki peringkat pertama orang terkaya sedunia selama sedikit-dikitnya satu dasawarsa. 

“Berdasarkan perhitungan kami, Slim (67), pada akhir Juli sudah mengumpulkan kekayaan sebesar 59 milyar dolar dari perusahaan-perusahaannya yang go public,” ungkap Fortune dalam edisi terbaru yang beredar pekan ini.

“Jumlah ini membuat dia ada di atas pendiri Microsoft, Bill Gates, yang selama ini terus menerus di peringkat pertama dengan taksiran kekayaan bersih sedikit-dikitnya 58 milyar dolar.” Situs keuangan Meksiko, Sentido Comun, bulan lalu melaporkan bahwa Slim telah menyalip Gates dan kekayaan pribadinya hampir 68 miliar dolar.

Slim terus memperluas bisnis Ponselnya maupun bisnis lain di seantero Amerika Latin, sedangkan Gates berkonsentrasi untuk Bill and Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba yang dia dirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang kesehatan, pendidikan dan masalah buta huruf di seluruh dunia. 

“Gates menjual saham Microsoft, satu-satunya sumber kekayaannya, untuk mendanai yayasannya, sedangkan kekayaan Slim terus bertambah besar secara mencengangkan. Kekayaan bersihnya tahun ini saja naik 12 miliar dolar,” tulis Fortune.

Perusahaan-perusahaan keluarga Slim setara lebih dari lima persen produk domestrik bruto Meksiko tahun lalu, dan sepertiga perusahaan yang terdaftar di bursa saham Meksiko adalah perusahaan-perusahaan di bawah kendalinya. Fortune menjulukinya John D Rockefeller masa kini, merujuk industrialis AS yang meraih kekayaan sangat besar pada awal abad 20. Perusahaan milik Slim meliputi perbankan, otomotif dan telekomunikasi. Teléfonos de México (Telmex) mengendalikan 92 persen saluran telefon di negara itu.

Dia lebih dikenal sebagai seorang yang cermat daripada seorang flamboyan. Layanan nirkabel América Móvil miliknya, yang menguasai 70 persen pasar, awalnya adalah pabrik ban. Dia dikenal selalu mengenakan arloji plastik.

Ayahnya adalah seorang imigran asal Lebanon yang membuka toko di Mexico City pada 1902 dan selanjutnya membeli real estat komersial saat revolusi pada 1910. Slim kuliah insinyur pada dasawarsa 60-an sebelum memulai karir sebagai pialang saham. Selanjutnya dia mulai mengambilalih berbagai perusahaan semasa krisis ekonomi di Amerika Latin pada dasawarsa 80-an.


Ketangguhan Slim dalam berbisnis banyak dipengaruhi sang ayah, Yusef Salim Haddad. Benar, Carlos yang lahir di Mexico City, 28 Januari 1940 itu adalah putra seorang Timur Tengah. Lebanon tepatnya. Yusef yang merupakan seorang Kristen Lebanon sendiri datang ke Mexico pada 1902, setelah melarikan diri dari negaranya.

Sang ayah inilah yang membangun toko barang kebutuhan, yang diberinya nama La Estrella del Oriente (Bintang Timur). Suatu hari, dia berspekulasi membeli beberapa real estat utama di pusat kota. Pilihan Yusef yang tepat itu segera mengubah kehidupan ekonomi keluarganya. "Dia mengajarkan keberanian. Dia ajarkan, tak peduli seberapa jelek krisis yang terjadi, Meksiko tidak akan hilang. Bila saya mempercayai negara ini, investasi yang cermat akhirnya akan membayar,'' ujar Carlos, memuji sang ayah. Sayang, pada tahun 1952, Yusef meninggal.

Carlos yang menyandang gelar insinyur teknik sipil dari National Autonomous University of Mexico pada 1961 itu sempat juga mengajar Aljabar dan Linear Programming. Selain itu, dia juga sempat mengajar di lembaga internasional, Economic Commission for Latin America and the Caribbean (ECLAC).

Carlos ternyata seberani sang ayah. Pada tahun 1990 dia membeli Telmex dari pemerintah, dengan menggandeng Southwestern Bell Corp dan France Telecom. Saat itu kondisi Telmex sangat morat-marit. Tanpa gentar, Carlos mengubah perusahaan yang merugi itu menjadi pencetak uang. Sempat ia dikritik telah menaikan tarif telepon di negaranya. Namun, dengan tekad bulat untuk memperbaiki pelayanan telepon di Mexico, berupa tawaran sambungan lokal, interlokal, selular, internet dan direktori telepon, akhirnya kerja kerasnya berbuah manis.

Kerajaan telekomunikasinya mampu mencapai penjualan tahunan hingga 16 miliar dolar AS. Kini Telmex menjelma perusahaan telekomunikasi terbesar di Mexico. Tak hanya itu, baru-baru ini Telmex American tercatat sebagai salah satu perusahaan disegani di New York Stock Exchange. Kerajaan bisnis Carlos terus berkembang. Ia pula pemilik Prodigy Inc -- perusahaan jasa internet ketiga di AS. Tak hanya itu, Carlos pun kini mengendalikan perusahaan keuangan Grupo Financiero Inbursa, dan industri retail, Grupo Carso.

Di AS, Februari 2006 lalu Carlos mengincar CompUSA. Lewat perusahaannya, Grupo Sanborns, Carlos menawar CompUSA 800 juta dolar AS. Ia juga tercatat sebagai anggota komisaris Philip Morris dan SBC. Jabatan Presiden New York Stock Exchange juga pernah diembannya. Sederet penghargaan mancanegara pernah diraih Carlos. Selain Merit Medal of Honor dari Kadin Mexico, ia juga sempat dianugerahi Golden Plate Award oleh American Academy of Achievement, serta Leopold II Commander Medal dari Pemerintah Belgia

“Kalau anda hidup berdasarkan pendapat-pendapat orang, sama saja anda mati. Saya tidak mau hidup sambil memikirkan bagaimana orang akan mengenang saya,” kata Slim pada awal tahun ini. Terdapat kritik bahwa Telmex sebenarnya memonopoli.

Dia mencemooh Gates dan para dermawan lain seperti maha guru bidang investasi, Warren Buffett, karena mendermakan banyak harta mereka. “Kemiskinan tidak diatasi dengan pemberian sumbangan. Membangun usaha adalah lebih berguna bagi masyarakat, dibanding berkeliling seperti Sinterklas,” konon katanya.

Orang Terkaya di Dunia Peroleh Website Gratis dari Indonesia

Orang terkaya peringkat kedua di dunia, Carlos Slim Helu, hartawan Meksiko di bidang telekomunikasi, telah memenangkan alamat web secara gratis atas namanya, tahun lalu, yang telah dijual oleh orang Indonesia kepadanya seharga $55 juta. Agen pengamat hak cipta United Nations, WIPO yang menjadi wasit sengketa perebutan alamat website dari pihak Slim dan orang Indonesia, tersebut mengatakan bahwa situs www.carlosslimhelu.com telah teregister dengan tidak benar dan harus ditransfer ke pengusaha sesungguhnya.

Dokumen mengenai situs tersebut dipresentasikan oleh pengacara Slim, seperti yang telah disebutkan oleh WIPO, menunjukkan bahwa pemilik website sesungguhnya diidentifikasi bernama Ahmad Rusli dari Jakarta, Indonesia. Ahmad Rusli juga mengancam akan meletakkan link dalam website yang mengarah ke situs pornografi, kecuali pihaknya mendapatkan kompensasi uang sesuai permintaan.

Rusli, yang memiliki situs Rusli.Cyber.com tersebut, mengatakan kepada WIPO melalui email bahwa dirinya ingin melindungi alamat web tersebut untuk Slim dan ancaman tersebut digunakan untuk menarik perhatian Slim kepada permintaan uang Rusli. Di Meksiko sendiri, Slim memiliki trademark hanya Carlos Slim, diambil dari nama awal dan nama ayahnya, untuk mengembangkan operasi bisnisnya di Amerika Latin dan United States.

Sedangkan Helu merupakan nama ibunya dari bahasa Spanyol. Slim sendiri dikenal dengan pekerja philanthropic, sekaligus menjadi pemilik perusahaan telepon di Meksiko, Telefonos de Mexico dan dua perusahaan besar, termasuk konglomerat financial besar, Grupo Financiero Inbursa. Menurut majalah bisnis Forbes tahun 2012, Slim menempati peringkat pertama orang terkaya di dunia dengan harta senilai $68 miliar, mengalahkan Warren Buffett, ahli keuangan Amerika, dan founder Microsoft, Bill Gates.

Carlos Slim Helu adalah Orang Terkaya di Dunia

Peringkat orang terkaya di dunia kembali dirilis oleh Forbes yang sudah melaksanakan ranking untuk orang terkaya ini sejak 25 tahun lalu. Carlos Slim Helu and family dinobatkan Forbes menjadi orang terkaya di planet bumi ini. Miliarder Meksiko ini tercatat memiliki kekayaan sebesar USD69 miliar pada Maret 2012.

Dengan demikian, ini merupakan tahun ketiga bagi Carlos Slim didaulat menjadi orang terkaya di dunia. Padahal, jumlah asetnya mengalami penurunan sebesar USD5 miliar diakibatkan turunnya harga saham perusahaan telekomunikasinya, America Movil..